Keringat di Awal Tahun

Hebat, bagi saya awal tahun 2011 ini adalah sesuatu yang hebat. Tahun-tahun lalu, hari pertama tahun baru sudah pasti ditandai dengan hal yang sama yang dilakukan jutaan orang didunia, BANGUN SIANG. Tapi tidak untuk tahun ini. Tanggal 1 Bulan 1 Tahun ’11, jam 04.00 dini hari saya sudah terbangun, untuk gowes dengan jarak tempuh yang SAYA PIKIR cukup gila, yaitu dimulai dari Lebak Bulus dan finish di Rindu Alam, Puncak, Bogor, dengan jarak PP kira-kira 160 Km. Segala konsekuensi sudah dipikirkan, termasuk bayangan tentang macetnya jalan raya puncak karena bertepatan dengan liburan tahun baru.

Tepat jam 06.00 Wib saya dan dua orang teman (Adit Wardhana dan Bimar) mulai merangkak pelan dari Lb.Bulus. Meski tak ada instruksi, tapi dalam hati masing-masing sepertinya sudah ada kesepakatan bahwa untuk jalur Lb.Bulus menuju Kota Bogor tak akan ada titik untuk berhenti, kecuali darurat. Dan ternyata benar, dalam jarak dan waktu tempuh tersebut kaki kami tidak diberikan kesempatan untuk “menapak ke tanah”, hanya terkait erat ke pedal masing-masing. Hasilnya jam 07.30 kami sudah masuk ke Kota Bogor, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju arah puncak.

Sesuai dugaan, jalan raya puncak ternyata memang macet parah. Tapi ini sudah biasa, bahkan bagi saya nandjak dalam kondisi lalulintas seperti itu adalah sebuah kenikmatan tersendiri, dengan kata lain bisa bertingkah tengil di depan wajah-wajah kusam pengendara di balik kaca mobilnya. hehehe..

Kenikmatan lain pada hari itu adalah cuaca yang sangat bersahabat. Sepanjang perjalanan udara begitu sejuk tanpa gangguan berarti dari sinar matahari yang tertutup awan.Terutama saat memasuki daerah Gunung Mas, kabut tebal mulai turun disertai angin dingin yang cukup kencang, sungguh sebuah kenikmatan yang luar biasa. Ditambah teriakan penyemangat dari beberapa orang di dalam mobilnya yang terjebak macet ke arah Jakarta.
Hanya saja, trip kali ini memang agak sedikit “menyiksa” bagi saya. Malam sebelumnya hanya sempat tidur kurang dari 2 jam, ditambah hanya sarapan seadanya sebelum berangkat dari Jakarta. Nafas sih tidak ada masalah, cuma kaki ini terasa telah mencapai “titik terbawahnya” bila dipaksakan untuk menggowes lebih cepat.🙂 Alhasil, saya finish dengan waktu 1 jam lebih lambat dari Adit yang sampai paling awal.

Meski begitu, sungguh perjalanan yang luar biasa. Paling tidak sebagai pembuka tahun baru, saya telah melakukan sesuatu yang membutuhkan dorongan dan semangat untuk mencapai tujuan.

Keep cycling, keep spirit.

Selamat Tahun Baru..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: