Precious Moment

Sebenarnya sudah lama juga kepikiran untuk melakukan touring/nanjak nightride ke daerah pegunungan, dan akhirnya  baru kesampaian tanggal 8 Januari lalu yang kebetulan bertepatan dengan hari kelahiran saya. Akhirnya memang patut disyukuri, bahwa hari itu sungguh memberikan kepuasan yang sifatnya “double” buat saya pribadi.

Mari kita bahas yang pertama dulu yaitu. Nanjak dalam situasi gelap gulita dengan besutan angin malam pegunungan di daerah Curug Nangka (Cunang) sungguh benar-benar membuat saya ketagihan. Sesuai  prakiraan saya sebelum berangkat, rombongan yang terdiri dari Saya, Adit, Bimar, Novem, Sigit, dan Rahmi mulai memasuki Kota Bogor selepas waktu magrib, artinya waktu tempuh dari Jakarta memakan waktu sekitar 2 jam dimulai saat rombongan start pukul 16.00 WIB dari Lb Bulus. Itu termasuk waktu tempuh yang cukup singkat, mengingat dalam perjalanan rombongan sempat terhenti cukup lama karena insiden bocornya ban sepeda Sigit.

Di Bogor, rombongan sempat istirahat sebentar di seputaran Istana Bogor untuk meregangkan otot-otot kaki dan mengisi botol minuman, juga untuk mengatur waktu dengan Lita yang menuju Cunang menggunakan angkutan umum agar waktu sampainya tidak terlalu berbeda jauh dengan kami. Baru sekitar pukul 19.00 rombongan kembali melanjutkan perjalanan di jalur nanjak menuju Curug Nangka yang lagi-lagi “dihiasi” oleh insiden bocornya ban sepeda Sigit ditengah perjalanan.

Sesampainya di Pertigaan Ciapus, udara dingin sudah mulai menusuk. Ditambah dengan kondisi tubuh yang berkeringat, membuat badan terasa “semriwing” saat bersentuhan langsung dengan angin malam. Tapi itu adalah kejadian yang ngga pernah saya rasakan sebelumnya, selama ini saya selalu melakukan “aktivitas” nanjak pada pagi hingga sore hari saja. Dan malam itu, sepertinya saya berpikir bahwa “nightride nanjak” akan menjadi salah satu rutinitas yang saya jalankan ke depannya nanti.

Bayangkan, beberapa km menjelang Finish, saya dan Rahmi yang kebetulan berada di depan dihadapkan pada suasana yang gelap gulita, hening, desiran angin malam, dan sesekali disajikan “penampakan” muda-mudi di atas motornya yang samar-samar terlihat oleh cahaya lampu sepeda kami. Selain itu keindahan juga bertambah dengan gemerlapnya kilau cahaya Kota Bogor jauh di Bawah sana. Meski gelap dan sepi, tak sedikitpun terlintas rasa takut, walau tenaga yang ditopang oleh “dengkul” ini sudah banyak terkuras. Yang ada justru cuma rasa semangat dan penasaran tentang seperti apa dingin dan sejuknya udara malam di Cunang nanti. Kayuhan demi kayuhan akhirnya mengantar saya ke depan gerbang masuk Cunang. Disinilah saya mendapatkan kepuasan dan kesenangan “kedua” yang saya maksud di awal tulisan.

Mari kita bahas ini. Sejak awal, yang saya tau hanya Lita yang menunggu di lokasi gerbang masuk Cunang. Tapi ternyata dia nggak sendirian, dari balik pintu rumah penjaga loket malah muncul beberapa teman dekat yakni Evie, Fannie, Gita, dan Iyunk yang memang sengaja datang untuk memberi kejutan di Hari Ulang Tahun saya, lengkap dengan kue kecil berlilin dan dua bungkus kado. Hahaha… You’re Rocks guys. Jujur aja, sebenarnya saya ngga begitu suka dengan berbagai hal yang berbau surprise. Tapi ini terasa beda, mungkin karena dilakukan dipuncak tanjakan?

Melakukan “selebrasi” sebentar, akhirnya rombongan yang semakin lengkap langsung menuju ke lokasi penginapan, menghabiskan waktu dengan makan malam bersama, saling bercerita tentang perjalanan menggunakan kendaraan yang berbeda, dan akhirnya tertidur pulas menghempas rasa lelah. Oiya, Rahmi sendiri tetap memutuskan untuk pulang ke Jakarta malam itu juga.

Keesokan paginya rombongan memanfaatkan waktu untuk sedikit “mengeksplore” lokasi wisata Cunang. Dan sekitar pukul 10.00 WIB meninggalkan lokasi dengan formasi yang sama yakni, saya, Adit, Bimar, Sigit, dan Novem kembali gowes menuju Jakarta. Sedangkan Lita, Evie, Fannie, Gita, dan Iyunk  menggunkan bus menuju Jakarta.

Sungguh pengalaman yang menyenangkan, dengan cuaca yang mendukung, dan teman seperjalanan yang luar biasa.

Sekian..

2 Responses to Precious Moment

  1. yoga says:

    hmm,, long trip .. kaya triathlon ni tripnya, libas multi track

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: