Sukamantri (Like Minister)

Total Jarak:  14 Km

Elevasi 600 meter (Bogor 200 mdpl, Sukamantri 870 mdpl)

Jalur ini merupakan salah satu jalur favorit saya. Dengan perpaduan 8km onroad (aspal bagus) dan 6km (offroad makadam) membuat setiap perjalanan ke Sukamantri selalu menyenangkan. Sebenarnya ada dua jalur yang bisa dilalui, yakni melalui perumahan BNR dan melalui jalan raya Ciapus. Disini saya akan bahas yang kedua saja.


Start dari Lippo (Depan Istana) Kota Bogor lalu melalui bundaran BTM (Bogor Trade Mall), dan turun ke arah pertigaan lampu merah Empang. Just info, pertigaan ini merupakan pasar yang lumayan padat lalulintas, bahkan terkadang macet karena kesemrawutan angkot.

Dari situ, kita belok ke kanan dengan kondisi jalan menurun sekitar 1 km ke depan. Sampai bertemu sebuah pertigaan lagi lalu kita belok kiri. Mulai dari sini jalan sudah mulai menanjak sampai kira-kira 6 km ke depan.

Elevasi tanjakan sepanjang jalan ini menurut saya tidak begitu curam, hanya saja kondisi jalan utama yang tidak terlalu lebar ditambah ramainya lalu-lalang angkot/kendaraan membuat kita harus konsentrasi ekstra selama menanjak. Seringkali momentum gowesan yang sudah kita dapatkan harus terganggu karena angkot yang berhenti tiba-tiba di depan kita. Tapi menurut saya, justru itu merupakan seni nanjak tersendiri.

Sampailah kita di sebuah pertigaan, untuk ke Sukamantri kita harus belok ke arah kiri. Nama daerahnya saya lupa, tapi bila kita melakukan trip rombongan, titik ini sudah pasti menjadi tempat regroup pertama. Disitu ada warung yang menjadi pangkalan ojek juga. Jadi, selain tempat untuk me-refill logistik kita juga bisa sekalian memesan ojek untuk mengikuti di sepanjang sisa jalur ke Sukamantri (kalau mau). J

Nggak jauh dari situ, perjalanan langsung “dibubuhi” sebuah tanjakan curam beraspal halus yang cukup panjang, mungkin sekitar 200-300 meter saja, lalu langsung masuk ke jalur offroad (batu makadam) sampai ke tujuan. Mulai dari sini, yang diandalkan untuk dapat “bertahan” di atas sadel sepeda bukan lagi hanya power, melainkan juga teknik. Teknik memilih jalur, teknik handling, teknik sumpah serapah, bahkan juga teknik untuk berpura-pura kram bila perlu. JBila bertahan, perjalanan dapat berhenti di titik kumpul selanjutnya di sebuah warung, para goweser yang sering kesana biasanya menyebutnya dengan nama “Warung Tengah”. Warung ini menjual makanan dan minuman ringan favorit ala pegunungan, Teh manis hangat dan pisang goreng. Kalau beruntung, si penjaga warung adalah 2 ABG yang sudah pasti mengenakan celana pendek. Hehehe.

Setelah istirahat, perjalanan langsung dimulai dengan kondisi batu makadam yang semakin rusak. Lagi-lagi teknik menjadi kunci untuk bisa bertahan. Sebisa mungkin kita harus tetap berusaha menikmati setiap gowesan, kalau bagi saya pribadi saat melewati jalur ini, suara “kasar dan gemeletuk” akibat gesekan ban sepeda dan bebatuan menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.

Oiya, elevasi jalur sebenarnya cukup landai, hanya saja ada beberapa titik yang sedikit curam, namun berjarak pendek. Cuma karena jalur yang rusak, seakan-akan tanjakan itu begitu tajam dan tidak ada habisnya. Hampir sepanjang jalan, sebelah kanan dan kiri adalah lahan kosong rerumputan sampai kita menemui Gapura Kujang Raider. Lagi-lagi biasanya tempat ini menjadi titik kumpul untuk rombongan.

Gapura Kujang Raider berjarak 1km dari lokasi finish dan berada di bagian terluar hutan pinus. Mulai dari sini jalur sudah mulai berkelok dengan kontur bebatuan yang licin terutama bila setelah turun hujan. Saat pagi, udaranya sangat sejuk dengan pancaran sinar matahari yang menembus sela-sela dedaunan pohon pinus, lokasi yang bagus untuk foto-foto. Cuma ya itu tadi, karena tertutup rimbunnya pohon, jalur bebatuan menjadi selalu basah dan licin, harus benar-benar jeli memilih jalur.

Terus berkelak-kelok, kita pun sampai di lokasi finish yang merupakan Bumi Perkemahan Sukamantri. Suasana pegunungan disini pasti akan menghilangkan rasa lelah kita, cuacanya dingin, pemandangan yang indah, juga kalau beruntung kita akan bersanding dengan para teteh-teteh perkotaan yang berkemah disini. Untuk isi perut, Di sini tersedia beberapa warung sederhana yang menjual makanan berat, termasuk menu andalan yaitu Indomie Rebus Telor paling enak sedunia, hehehe. Oiya, untuk masuk ke lokasi kita akan dikenakan biaya sekitar 7.500 rupiah saja, murah.

Untuk jalur turun, ada beberapa alternatif.

Sekian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: