Gunung Pantjar

Posisi start bisa dari Belanova, bisa juga Petronas Sentul City. Seingat saya panjang trip ini ngga sampe 10km. Kontur jalur sendiri berbeda-beda karena ada dua jalur yang bisa dilewati, depan atau belakang. Kalau lewat depan, dari posisi start terlebih dulu kita akan nanjak landai kira-kira 2Km, dan langsung belok kiri (turunan) ke jalur arah Gn.Pantjar. Setelah turunan ini, kondisi jalur 4-5 km ke depan adalah datar onroad dengan kombinasi aspal rusak di beberapa titik tetapi TETAP SELIABLE. Nah, kalau lewat belakang kita harus menempuh tanjakan landai yang lebih panjang, yaitu sekitar 6km, lalu melalui jalur perkampungan landai dengan kontur berbatu.

Menurut saya jalur ini masih TETAP SELIABLE, cuma mungkin para pengguna Seli harus sedikit bekerja memilih-milih jalan saja. Terus mengayuh, kita akan bertemu di pertigaan terminal kecil angkot. Tempat ini adalah titik temu dari jalur yang pertama tadi (jalur depan). Nah, bedanya jalur depan dan belakang adalah; Jalur depan merupakan jalur utama menuju lokasi wisata Gn.Pantjar, maka kondisi jalan relatif lebih ramai dengan kendaraan, termasuk angkot (meskipun datar). Sedangkan jalur belakang lebih sepi karena merupakan jalan perkampungan, cuma ya harus menanjak landai 6km dulu. Oleh karena itu, silahkan dipilih mau lewat mana.

Ok, dari perigaan terminal tadi, bila dari depan kita lurus, sedangkan dari belakang kita belok kanan. Disitu akan ketemu dengan Rumah Makan Sate Kiloan, biasanya kita regroup disini sebentar. Di lokasi itu, ada papan petunjuk bertuliskan “Pemandian Gn.Pantjar 1,5 Km”. Nah, intinya mulai dari situlah kita menanjak. Panjang tanjakannya hanya 1.5 Km saja. Hanya saja, tak ada jeda. Elevasi terbilang curam, dengan tanjakan pertama yang panjang dan menguras tenaga. Kebanyakan goweser (terutama pemula) banyak yang sudah “habis” di tanjakan ini. Selain karena tanjakan cukup panjang dan curam, dijalur perkampungan sebelumnya yang tergolong asik untuk gowes fullspeed juga sudah menguras tenaga para goweser terlebih dahulu.

Setelah beberapa ratus meter melewati tanjakan awal yang panjang itu, sebelah kanan-kiri kita merupakan hutan pinus dengan udara yang sangat sejuk, jalur aspal mulus, dan kalau beruntung kita akan lihat pasangan muda-mudi di sela-sela hutan pinus. Terus naik, menjelang finish kita akan ketemu lagi dengan tanjakan yang cukup curam, dan akhirnya kita pun sampai di lokasi finish yang merupakan lokasi start Sebex BikePark untuk para Downhiller. Disitu ada warung kecil yang menjual makanan berat. Sedikit ke atas merupakan lokasi pemandian air panas Gn.Pantjar.

Jalur Turun

Nah, untuk jalur turun kita punya dua pilihan. Langsung balik arah sesuai jalur berangkat, atau bablas dulu ke atas lalu memutar lewat Kampung Terang, yang nantinya juga keluar hanya beberapa ratus meter di bawah lokasi finish? Kita bahas yang kedua saja.

Dari warung kecil tadi, kita lanjut gowes ke arah atas (pemandian), lalu belok kanan dan langsung bertemu tanjakan ber-elevasi tajam dan berkelok dengan panjang kira 100 meter saja. Bagi saya sih nanjak di lokasi ini lumayan hampir membuat hidung mencium flatbar sepeda saya. Setelah tanjakan itu jalur kembali datar hingga kita memasuki Kampung Terang Philips. Nah, selanjutnya adalah jalur yang paling membosankan, yaitu turunan panjang makadam curam yang berjarak sekitar 2 km. Bagaimana dengan pengguna Seli kalau lewat jalur ini? Hmm…silahkan saja, asal mau tersiksa. Oiya, bagi yang pertama kali melalui sebaiknya jangan lupa untuk bertanya jalur ke arah Giri Thirta, karena pertigaan setelah turunan curam ini ngga terlihat seperti jalur umum yang dilalui para pesepeda, alias terhalang oleh sebuah rumah warga.Mulai dari pertigaan rumah warga tadi kita mulai melawati single track tanah berbatu dan beberapa jembatan kayu kecil yang licin, sebaiknya disini lebih berhati-hati. Terus kedepan, variasi kontur jalur yang “naik turun” akan semakin terasa di bawah rimbunnya pepohonan hingga ke pertigaan Giri Thirta Resort. Dari pertigaan itu kita ambil jalur lurus, lalu bersiap-siaplah (lagi-lagi) menikmati sajian tanjakan curam berbatu dan suasana sekitar yang cukup tandus.Jumlah pastinya saya lupa, yang jelas beberapa tanjakan sejenis akan kita temui hingga kita sampai di sebuah warung menjelang pertigaan jalur utama Gn. Pantjar yang kita lewati saat berangkat tadi. Just info, pertigaan itu jaraknya hanya 250 meter di bawah lokasi finish Gn Pantjar. Jadi kita memang hanya berputar saja melalui Kampung Terang dan Giri Thirta Resort. Nah, di pertigaan itu kita langsung ambil arah turun, dan tinggal meluncur ke lokasi start melalui jalur yang sama dengan jalur kita berangkat.

Sekian.

6 Responses to Gunung Pantjar

  1. komuter says:

    asiiiikkkkk,
    salam kenal oom. mari saling kunjung mengunjungi

  2. triple H says:

    hiks. gak ada poto gw😦

  3. siodong says:

    Kapan2 ke pancar hari kerja om,supaya bisa berendem air panas tanpa terganggu pengunjung yg sedang berlibur :)) *belom pernah kesampean*

  4. david kurniadi says:

    halo salam kenal semuanya sabtu ini ada yg main di pancar ngga? ikutan bareng dong. ngga ada temen ini saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: