Rene Suhardono

Halaman ini berisikan tentang tulisan profil dan perbincangan dari narasumber yang pernah saya temui baik dalam kapasitas saya sebagai fotografer, reporter dan penulis untuk beberapa media klien.

(Foto & Teks: Rizal/2010)

Didiagnosis Untuk Tidak Menulis

Buku pertamanya yang berjudul Your Job is Not Your Career “melejit” di pasaran. Tapi siapa sangka, pria yang menekuni dunia career coach ini ternyata mempunyai pengalaman yang sedikit bertolak belakang dengan apa yang telah dicapainya saat ini. Ya, saat mengikuti sebuah Tes Potensi Akademik saat duduk di bangku SMP dulu, ia “didiagnosis” jauh dari berbagai hal yang bersifat kreatif, termasuk menulis. Rekomendasi yang didapat dari tes itu adalah, Rene lebih baik terjun dalam dunia eksakta.

Waktu lah yang bicara hingga Rene menjadi seperti sekarang. Bukunya telah mempengaruhi banyak orang, baik kehidupan keluarga, pekerjaan, bahkan nilai spiritual yang positif. Namun semua didapatkan dengan perjuangan. Seperti banyak orang, Rene menjalani hidup dalam “skema” umum, sekolah, cepat kuliah, cepat dapat gaji, dan mengejar gaji yang lebih besar tanpa menikmati apa yang sedang dijalankan kala itu.

“Hingga akhirnya saya bertemu ayah kandung saya diusia 28 tahun. Itulah turning point dalam kehidupan saya,” kisah Rene. Menurutnya, perjalanan mencari sang ayah telah mengajarkan begitu banyak hal. Termasuk keimanannya terhadap Tuhan (believe in God), percaya bahwa segalanya telah diatur (don’t try too hard), dan makna keberadaan dirinya. Tiga hal itulah yang juga digunakan Rene memicu orang-orang untuk mencapai kebahagiaan.

Your Job is Not Your Career

Banyak yang beranggapan bahwa career coach sama dengan motivator. Namun menurut Rene keduanya adalah sesuatu yang berbeda. Dalam bukunya, ia menekankan bahwa career berbicara tentang diri sendiri, yakni happines dan ketercapaian. Dengan kata lain, career lebih menekankan tentang bagaimana kita menikmati semua hal yang sedang kita jalani untuk masa depan, termasuk pekerjaan.

“Banyak yang salah kaprah, namun inti dari career adalah menjalani dengan bahagia apa yang sedang dan akan kita jalani, juga bagaimana kita bisa berkontribusi dengan lingkungan kita, sekecil apapun,” terang Rene.

Baginya, career coach merupakan sebuah penggilan jiwa dan bentuk kepedulian. Saat ini dirinya sedang menyusun sebuah yayasan nirlaba berisikan para career coach untuk melayani siapa saja yang membutuhkan. Dengan kata lain, akan dibuat semacam social enterpise untuk kemaslahatan bersama.

“Di banyak negara berkembang sudah banyak perusahaan yang memiliki tata kelola yang benar-benar bersifat sosial, tanpa mencari keuntungan, dan di Indonesia juga harus seperti itu. Salah satu yang bisa saya lakukan ya dengan mendirikan yayasan yang saya maksud tadi,” Rene memaparkan.

Ia bermimpi, seiring perkembangan zaman, career coach akan menjadi sebuah pergerakan besar sebagai “media” pemberantas kebodohan di Indonesia. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: