Pagi di Sunda Kelapa.

Pagi ini (2 April 2011) iseng hunting ke Sunda Kelapa. Selalu Banyak hal menarik yang bisa dicari di sana, termasuk yang sudah pasti adalah tentang kehidupan manusianya.

Bagaimana kesabaran si Penjaga Sampan tua yang menawarkan saya untuk menjadi penumpang pertamanya hari ini dengan banting harga. “Penglaris,” katanya.Begitu juga dengan kehidupan para Kuli Panggul yang selalu bekerja tanpa protes. Meskipun protes, dilakukannya dengan berbisik, contohnya ke saya pagi ini. “Kerja begini, badan capek tapi gaji kecil,”Setelah itu, muatan datang, tetap saja pundaknya kembali digunakan untuk mengangkut ber-sak-sak semen melewati sebatang kayu penghubung pelabuhan dan dek kapal.Yang tak kalah “asik” adalah saat melihat hubungan simbiosis mutualisme antara mbakyu penjaja minuman dengan para kuli di saat senggang. Kehadiran si mbakyu ibarat oase di tengah gurun, satu-satunya primadona cantik di tengah lingkungan pria-pria kekar penunggu pelabuhan yang butuh hiburan.

Merekapun mengerubungi mbakyu, dampaknya dagangan mbakyu laku, uang terkumpul ke dalam saku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: