Hasil Latihan Lari, di Touring 160km Kemarin

Yes, mau jenis olahraga apapun, mulai dari sepedahan, basket, sepakbola, tinju, bahkan bilyard, seluruh atletnya tentu dituntut untuk menjaga kebugaran fisik. Dan lari secara rutin adalah sebuah keharusan, dengan kata lain lari adalah ‘menu’ rutin paling wajib untuk mereka konsumsi.

Dan gua sendiri udah mulai melakukan itu juga meski gua cuma penggemar, bukan atlet sepeda. Dan dampaknya emang terasa banget, terutama di touring terakhir PP Jakarta – Puncak Pas, bareng Bimar kemaren, dengan total jarak sekitar 160km.Sebelumnya, bahkan setiap start cuma dari Gadog (dengan jarak total 22km), mulai di tanjakan awal Cibogo gua udah pake kombinasi crank 27T, dengan sprocket menyesuaikan, bahkan sesekali udah mentok di 32T.

Tapi kemarin gua start dari rumah ditambah nge-push speed abis-abisan di Jl.Raya Parung, mulai nanjak dari Gadog sampe Puncak Pas (Mang Ade) crank 27T nggak kepake sama sekali. Cukup mentok di 32T aja. Sprocket sih tetap menyesuaikan, dan sesekali mentok di cog terbesar. Tapi paling nggak, artinya udah ada “sedikit” peningkatan bagi gua untuk lebih maen power di tanjakan. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: