Hidup Saya Dimulai Dari Tempat Ini

Guna menghindari macet di Pasar Cipulir, untuk menuju daerah Blok M akhirnya saya jalan sedikit memutar lewat ‘jalur tikus’ daerah Ulujami, Kampung Baru, Permata Hijau, dan tembus ke Kebayoran Lama. Jalur tikus ini bisa dibilang jalur memori, kenangan, atau apapun itu yang menyangkut kebandelan masa lalu saya. Yes, salah satu tempat yang saya lewati di jalur itu adalah sekolah SMP saya dulu, yang di sekitarnya merupakan tempat tinggal teman-teman sekelas saya juga.

Ternyata cukup menyenangkan saat melihat beberapa rumah teman saya yang masih belum berubah, yang dulunya di bagian halaman rumah tersebut saya pakai untuk bolos, ngerokok ngumpet-ngumpet untuk menghindari guru yang lewat, bahkan juga jadi tempat transaksi tuker pinjem buku stensilan. Sungguh masa lalu yang jahiliyah, namun indah.


Tapi ternyata ada tempat yang lebih spesial lagi di sekitar situ, yaitu tempat yang sangat bersejarah bagi saya yang kebetulan hari ini saya lewati dan saya sempatkan untuk mengambil foto tempat tersebut, namanya Rumah Sakit Bersalin (RSB) Avisena. Kenapa bersejarah? Karena di tempat itulah fase kehidupan saya di dunia ini bermula.

Orang-orang sebenarnya lebih familiar menyebut RSB Avisena dengan sebutan Bidan Emah. Alasannya saya ngga tau, mungkin saja dulunya bidan yang ada di RSB itu cuma satu, yakni si Ibu Bidan yang bernama Emah tersebut.

Tapi kalau dulu nama RSB itu memang benar-benar Rumah Bersalin Bidan Emah, kenapa diganti dengan RSB Avisena? Apa karena pamor Bidan Emah tidak sebanding bila dibandingkan dengan tokoh kedokteran dalam Agama Islam, Ibnu Sina. Eh, Avisena itu istilah lain dari Ibnu Sina kan?  Sudah sudah, mari lupakan tentang pembahasan sejarah, saya bukan ahlinya. Pokoknya yang pasti, saya lahir di salah satu ranjang di ruangan kamar RSB tersebut

Nah, konon yang dulu mengurus proses kelahiran saya ya si Bidan Emah itu sendiri. Mama saya yang bercerita. Begitu juga dengan adik dan beberapa sepupu saya, Bidan Emah lah yang turun tangan langsung menangani.

Jadi, saat saya melewati RSB Avisena tadi seakan sempat berkelebat awang-awang masa lalu. Awang-awang yang menggambarkan suasana di dalam sebuah kamar sederhana pada tahun 1983, saat perlahan-lahan batok kepala saya yang lembek muncul melalui lubang peranakan ibu saya, perlahan menampakan wajah, dada, lalu keluar seluruhnya setelah ujung kaki saya berhasil bebas dari kekangan rahim.

Pasti saat itu seluruh anggota keluarga saya yang menunggu proses kelahiran saya berteriak kegirangan saat saya telah terlahir dengan selamat, sambil berteriak, “Anaknya laki-laki!”. Dan saat euforia itu berlangsung, sudah pasti saya masih berada dalam gendongan Ibu Bidan Emah.

Nah, terima kasih Bu Bidan, karena sudah membantu Ibu saya melahirkan saya, dan sejenak meminjamkan gendongan Ibu Bidan, sebagai pijakan pertama saya untuk mengawali kehidupan sampai saat ini.🙂

9 Responses to Hidup Saya Dimulai Dari Tempat Ini

  1. Fannie Waldhani says:

    Lo gamau berusaha nyari yang namanya Bidan Emah? Bisa lo jadiin cerita yang fantastis kaya gini lagi Zal😀

  2. northeist says:

    Bikin sinetron judulnya Bidan yang Tertukar yak.

  3. Geza says:

    …eh tempat lahirnya sama om….

  4. wida says:

    avisena itu nama anaknya bidan emah.. itu info yg gw dapat dari suster disana.. secara gw melahirkan juga disana.. dokter2nya juga selain dokter di rsb avisena juga dokter di pertamina..

  5. wildan says:

    saya cucu nya bidan emah

  6. lela says:

    gw jg lahir di onoh jal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: