(Review ) Maxxis Larsen TT 2.0 di Tiga Karakter Trek

Kalau di-googling, entah sudah berapa banyak review tentang performa ban yang satu ini. Yes, Maxxis Larsen TT memang salah satu tipe ban yang banyak disukai oleh penggiat sepeda, khususnya yang hobi blasak-blusuk di trek XC atau Cross Country. Tapi ngga ada salahnya saya sedikit nge-review performa ban ini di tiga trek berbeda jenis yang baru-baru ini saya jajal.

 Aspal Mulus.

Larsen TT 2.0 bisa dipompa di tekanan hingga 65psi, selama ban dalam yang dipakai  juga mendukung untuk tekanan sekeras itu. Saat nanjak hari Sabtu (4/2/2012) lalu, karena ban dalam yang kurang bagus, tekanan ban saya hanya sekitar 40psi untuk ban belakang, dan 50psi untuk ban depan. Untuk melibas jalur aspal mulus menanjak macam jalur Gadog-RA misalnya, tekanan tersebut sih masih kurang.

Tapi dari banyak reviewrolling eficiency Larsen TT dibanding ban Maxxis jenis lain termasuk salah satu yang paling baik. Dan di jalur Gadog – RA kemarin, cengkraman putaran ban juga terasa sangat stabil, terutama saat meluncur di turunan dengan speed  tinggi.

Pola permukaan ban membuat traksi (gesekan permukaan ban) ke aspal cukup minimal. Saya yakin kalau tekanan ban mencapai 60psi, rolling di aspal bakal lebih maksimal lagi dan membantu mengirit tenaga saat nanjak. Tapi saat turunan, suaranya masih cukup berisik.

Intinya, untuk trek aspal mulus Larsen TT cukup recommended, terutama untuk pilihan ukuran ban yang lebih kecil misalnya 1.90 atau 1.95. Oiya, perdana nanjak Gadog – RA pakai Larsen TT kemarin adalah waktu tempuh tercepat saya selama ini, 1 jam 20 menit.

Tanah Gembur dan Basah. (All Mountain, NuRA – TW 5)

Photo By: Sabat Santoso

Bagi yang sering main offroad di seputaran jalur Puncak pasti sudah tau karakter trek All Mountain, NuRA atau TW 5. Saya mencobanya Sabtu lalu. DI TREK YANG DI DOMINASI TURUNAN TANAH GEMBUR DAN  BASAH ini menurut saya performa Larsen TT  masih cukup baik. Saya pernah memakai ban CST Comp 2.0 di trek yang sama, dengan ban itu saat melibas jalur yang sudah ‘nyedok’ ke dalam pasti akan slip.

Nah, dengan Larsen TT 2.0 kemarin, slip bisa banyak diminimalisir.  Di beberapa belokan tajam saya nggak ragu melakukan cornering dengan speed cukup tinggi, dan semua berjalan dengan stabil, handling menjadi nggak begitu terganggu.

Saya belum mencoba, tapi sepertinya kalau ban depan dipasang dengan rotasi terbalik, melibas trek sejenis NuRA dan TW 5 akan lebih enak lagi, karena dengan begitu permukaan ban depan menjadi lebih ‘menggigit’ di tanah yang gembur.

Untuk di jalur ini, Larsen TT 2.0 cukup recommended selama kita tidak memacu sepeda dengan kecepatan ekstrim.

Cross Country (XC)

Kita sih udah harus sepakat, untuk trek XC dengan kontur tanah keras dan kering, performa Larsen TT sudah nggak perlu dipertanyakan lagi. Ban jenis ini sangat-sangat direkomendasikan menjadi pilihan utama.

Bagaimana dengan trek tanah keras yang basah? Saya mengambil contoh trek JPG yang baru kemarin saya coba. Saya masuk trek sesaat setelah hujan berhenti. Untuk titik-titik jalur sprint di trek JPG, Larsen TT masih nggak masalah untuk dipacu dengan kencang. Beberapa tanjakan dengan elevasi tidak begitu curam juga masih mudah dilahap dengan Larsen.

Nah, untuk tanjakan-tanjakan curam seperti tanjakan kuburan, dan tanjakan sumur, ditambah kontur tanah keras yang basah, performa Larsen TT kurang maksimal. Permukaan ban nggak cukup ‘menggigit’, khususnya ban belakang yang mendapat tekanan lebih keras. Berkali-kali saya mengalami slip ban belakang.

Jadi, melibas trek JPG saat basah dengan Larsen TT sepertinya akan sedikit membuat ‘keteteran’ di tanjakan-tanjakan curam yang saya sebutkan tadi. Oiya, ini sih dengan indikator power saya yang pas-pasan ya.

Nah, cukup segitu dulu review sotoy dari saya.

8 Responses to (Review ) Maxxis Larsen TT 2.0 di Tiga Karakter Trek

  1. malik says:

    Saya pernah make’ ini Ban, sudah cepet habis di tanjakan aspal, ban ini sangat rentan bocor oleh duri ato ranting2 pohon sehingga ban dalam selalu saya lapis 2.

    • northeist says:

      Emang iya. Untuk pemakaian aktif banyak testimoni tentang usia ban ini yang cepat habis. Tapi nggak dalam hitungan beberapa bulan juga kok.

      Nah, masalah kekuatan ban, konturnya memang tipis di samping. Tapi kebetulan yang pengen saya bahas seputar performa saat riding aja sih. hehehe

  2. d4niel says:

    Buat depan gampang loose di track yg agak basah.
    Buat belakang coba rotasi terbalik, selama gak lumpur bisa kok buat nanjak.

  3. ary says:

    Mau tanya gan..sepeda saya trill agent 3.0 rencana saya mau pasang ban maxxis ukuran 2.35, kira2 cocok atau kebesaran gan???

  4. abramsp says:

    baru mau coba nih. udah dikirim. lg menunggu ban ini. kelihatannya gendut ga gan? ban ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: