Terhenti di Gunung Putri. (Sebuah Catatan Pendakian)

Lirik jam, sudah hampir jam 12 malam. Artinya sudah lebih dari 24 jam kami berjalan naik turun gunung. Dan sekarang sudah hampir tengah malam, dalam perjalanan turun ini, bisa dibilang kami tengah tersesat di kaki Gunung Putri dengan logistik menipis dan minim sinyal handphone. Ada dua pilihan, kembali ke persimpangan jalan di atas dengan sisa tenaga yang sekarat, atau tidur di sini menunggu pagi di tengah dinginnya angin lembah yang terbuka, sambil berharap ada warga yang lewat? …

Memulai Pendakian

Meski saya lebih suka wisata pegunungan dibanding bahari, tapi yang namanya mendaki gunung, dari dulu saya tidak begitu suka. Main di pegunungan lebih sering saya lakoni dengan sepeda dibanding mendaki (hiking). Tapi Sabtu lalu (1/10/2011) akhirnya saya pun mencoba mendaki Gunung Gede bersama 8 rekan lainnya yakni, Sabat sebagai ‘captain’, Adit, David, Aya, Thya, Meika, Epoy, dan Lita. Sabtu dinihari, kami ber-sembilan memulai pendakian via Cibodas. Tidak hanya akan mendaki dalam gelap, tetapi status kami saat itupun bisa dibilang sebagai pendaki gelap. Bukannya tidak mendaftar, melainkan kami sudah mendaftar tapi tidak terdaftar. Bingung kan? Tapi ya sudah, hal ini jangan dibahas. Read more of this post

RUNNING WORKOUT #1

Lumayan, workout hari ini 5 menit lebih cepat dari sebelumnya. Walau ternyata Avg speed justru berkurang. 🙂

Persiapan Migrasi, di Eropa ngga Ada Angkot!

Judul provokatif dikit boleh dong, padahal emang ga ada hubungannya, apalagi migrasi ke Eropa, boro-boro. Tapi ya emang bener, temen yang lagi studi di Paris sering cerita tentang culture shock yang pernah dia alami saat awal-awal dia stay di sana.

Culture shock apa? Jadi gini, yang dulunya pas dia di Jakarta, budaya yang dianut adalah budaya ‘ngangkot’, di Paris harus berubah jadi budaya ‘jalan kaki’ untuk tiap perjalanan pulang pergi dari rumah ke kampus juga tempat-tempat lainnya,

“Di sini nggak ada angkot!”, katanya di sebuah window chatting udah lama banget.

Read more of this post

It’s all about SikiL, not SkiLL. (Run to Work Today)

Akhirnya kesampean, pagi ini gua nyoba pake “sikil” untuk ngantor. Kalo bahasa kerennya mah mungkin R2W atau Run to Work kali yak. Start dari rumah jam 5.20, saat jalanan masih sepi, ngelewatin rute blasak-blusuk Petukangan – Ulujami – Permata Hijau – Patal – Senayan – Sudirman – BenHil.
Untuk jarak, sebenernya ngga jauh beda kalo gua joging di GBK, 1 putaran sekitar 1km, dapet 10 putaran berarti 10km. Nah, rute yang gua lalui tadi pagi sekitar 11km (Dari cyclo saat b2w dulu).
Seru, kontur yang turun naik dan lewatin gang-gang sempit berasa lagi ikutan event lari cross country (halaah). Ditambah alunan lagu coldplay di kuping di tengah suasana pagi yang sepi, bikin gua berasa lagi syuting video klip The Scientist atau Fix You, hehehe.
Tapi emang sih, meski jarak yang ngga jauh beda dengan joging di GBK, kali ini capeknya lebih terasa. Mungkin karena kontur yang lebih variatif tadi. Tapi kayaknya bakal ketagihan dan dibuat rutin seminggu sekali nih.
Baru nyadar, ternyata rute yang sering dilewatin kalo diliat dari atas sepeda, atas motor, dan dari “atas sikil” emang beda banget. Banyak hal-hal menarik yang bisa dinikmati pagi ini secara lebih dekat.
Sekalian juga buat ngebiasain, kalo motor mogok, sepeda rusak, macet bisanya ngeluh, ya mendingan Run to Work aja dah. 🙂
Yuuk dicoba, asik looh. 🙂

Indro.

Halaman ini berisikan tentang tulisan profil dan perbincangan dari narasumber yang pernah saya temui baik dalam kapasitas saya sebagai fotografer, reporter dan penulis untuk beberapa media klien.

(  Teks: Fintaria Pardede / Foto: Rizal -2010- )

Indro, Prinsip Hidup dan Kesehatan

Pada 2005 lalu, pria yang bisa jadi merupakan legenda dalam kancah komedi di Indonesia ini pernah menjalani operasi bypass jantung. Bagi banyak orang, hal itu tentu menakutkan mengingat kemungkinan keberhasilan operasi bypass bukanlah hal yang pasti. Tapi bagi pria kelahiran 8 Mei 1958 ini, semua dijalankan dengan ketenangan dan kepasrahan terlebih setelah dirinya tahu bahwa saat itu kualitas dokter dan fasilitas penyakit jantung di Indonesia merupakan yang terbaik di Asia Tenggara. Hingga akhirnya, operasi bypass pun berhasil.
Read more of this post

Rene Suhardono

Halaman ini berisikan tentang tulisan profil dan perbincangan dari narasumber yang pernah saya temui baik dalam kapasitas saya sebagai fotografer, reporter dan penulis untuk beberapa media klien.

(Foto & Teks: Rizal/2010)

Didiagnosis Untuk Tidak Menulis

Buku pertamanya yang berjudul Your Job is Not Your Career “melejit” di pasaran. Tapi siapa sangka, pria yang menekuni dunia career coach ini ternyata mempunyai pengalaman yang sedikit bertolak belakang dengan apa yang telah dicapainya saat ini. Ya, saat mengikuti sebuah Tes Potensi Akademik saat duduk di bangku SMP dulu, ia “didiagnosis” jauh dari berbagai hal yang bersifat kreatif, termasuk menulis. Rekomendasi yang didapat dari tes itu adalah, Rene lebih baik terjun dalam dunia eksakta.
Read more of this post

Joko Arif, Forest Campaigner, Greenpeace Southeast Asia – Indonesia

Halaman ini berisikan tentang tulisan profil dan perbincangan dari narasumber yang pernah saya temui baik dalam kapasitas saya sebagai fotografer, reporter dan penulis untuk beberapa media klien.

(Foto & Teks: Rizal / 2010)

“Selamatkan Lingkungan Perkotaan Melalui Hutan”

Di Asia Tenggara termasuk Indonesia Greenpeace sangat memfokuskan kampanye penyelamatan hutan, sebenarnya seberapa penting arti hutan itu sendiri?
Kita harus lihat, di Indonesia dan negara manapun masalah global yang terjadi saat ini adalah perubahan ekstrim iklim atau cuaca yang disebabkan pemanasan global. Dan kontribusi hutan untuk perubahan iklim itu sangat luar biasa, karena itu pelestarian hutan sangat penting demi menjaga kemaslahatan hidup masyarakat.
Read more of this post